You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
50 UKM Ikuti Bazar Ramadan
photo Budhy Tristanto - Beritajakarta.id

50 UKM Ikuti Bazar Ramadan

Puluhan pelaku Usaha Kecil menengah (UKM) mengikuti bazar Ramadan yang digelar di halaman parkir kantor Walikota Jakarta Timur.

Bazar Ramadan ini bertujuan agar UKM binaan di Jakarta Timur mendapatkan tempat menampilkan produk-produknya

Pelaku UKM tersebut terdiri dari 25 pedagang binaan Sudin KUMKMP, 10 pedagang binaan Sudin Perindustrian dan Energi, 10 pedagang binaan Sudin Kelautan Pertanian dan ketahanan Pangan, serta lima pedagang perwakilan dari TP PKK Jakarta Timur. Produk yang ditampilkan antara lain fashion, handicraft, dan kuliner.

RSUD Cengkareng Kembali Gelar Bazar Murah

“Bazar Ramadan ini bertujuan agar UKM binaan di Jakarta Timur mendapatkan tempat menampilkan produk-produknya sehingga lebih berkembang dan dikenal luas di masyarakat,” ujar Sutrisna, Kabag Perekonomian Jakarta Timur, saat meninjau Bazar Ramadan bersama Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Timur Eric P.Z. Lumbun, Rabu (8/7).

Eric P.Z. Lumbun mengatakan melalui bazar Ramadan ini para pelaku UKM dapat membuka pangsa pasar lebih luas lagi. Dikatakan,

pengusaha UKM dan Koperasi memiliki peran sangat penting dalam menegakkan pilar perekonomian bangsa. Karena itu, kata Eric, lumrah apabila para pengusaha UKM dan Koperasi ini diberi kesempatan lebih luas mengembangkan usahanya

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12632 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1402 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1398 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1343 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1046 personBudhi Firmansyah Surapati